Berteman Bayangmu
![]() |
Berteman Bayangmu
Baru saja aku bertemu denganmu, namun ada rasa yang berkecambuk dihati dan pikiranku. Kamu tidaklah berubah, candaanmu yang sederhana memaksaku untuk membuka bibir ini tersenyum. Aku tak berani menatap mata dan melihat raut wajahmu lebih dalam. Bukan karna aku tak mau, melainkan aku takuat bila kupaksakan mata ini menatapmu aku takut akan jatuh kembali kepada ruang kesunyian itu.
Kamu selalu berhasil menciptakan suasana nyaman namun kamu juga berhasil menjebaku dalam demensi kegelisahan, rasa egoisku seakan tak menerima kenyataan bahwa kamu berhak untuk memilih siapapun. Pada nyatanya dia jauh lebih baik dariku, apalagi dari sisi ekonominya, setidaknya ada jaminan masa depan untukmu jika bersamanya, hmm itu cukup rasional. Tetapi aku? pilihan yang tepat jika kamu memutuskan untuk melangkah pergi dari seorang pecundang seperti ku.
Malam terkahir setelah km memilihnya, ada janji yang masih ku jaga baik dipikiranku hingga saat ini, ucapmu kala itu "kamu janji untuk menepati janji" namun.... Apa yang terjadi. Aku hanya berfikir baik, mungkin saja kamu lupa dan aku tak berhak mengingatkan mu.
Malam ini lagi - lagi aku terjebak pada senyum dan matamu. Aku tak pernah rela jika senyum dan mata itu di hadiahkan kepada laki laki selain aku, ingat aku tak akan rela. Tapi lagi - lagi semua itu hanya mimpi disiang bolong, ketidak relaanku itu menjadi kenyataan. Ya benar, mimpiku terlalu tinggi harapan ku terlalu besar dan pikiranku terlalu bodoh untuk bisa membuatmu bahagia karenaku. Jika yang kamu inginkan hanya sekedar pertemanan, lebih baik kamu minta maaf kepadaku, agar aku tau batasan hatiku dan alangkah jauh lebih baik beri alasan setiap kali kamu akan pergi.
Malam ini lagi - lagi aku terjebak pada senyum dan matamu. Aku tak pernah rela jika senyum dan mata itu di hadiahkan kepada laki laki selain aku, ingat aku tak akan rela. Tapi lagi - lagi semua itu hanya mimpi disiang bolong, ketidak relaanku itu menjadi kenyataan. Ya benar, mimpiku terlalu tinggi harapan ku terlalu besar dan pikiranku terlalu bodoh untuk bisa membuatmu bahagia karenaku. Jika yang kamu inginkan hanya sekedar pertemanan, lebih baik kamu minta maaf kepadaku, agar aku tau batasan hatiku dan alangkah jauh lebih baik beri alasan setiap kali kamu akan pergi.

Komentar
Posting Komentar