Dini Hari dan Buku Yang Tertutup



Kusudahi karangan cerita yang ku buat. Akhir yang tidak kutuliskan karna memang tidak ada akhir yang harus ku tulisk, sesak dan detakan jatunglah yang tau akhirnya seperti apa. Ku tutup kembali buku putih yang dulu sempat berdebu ini, kurapikan dan kuletakan dekat dengan secarcik kisah yang pernah terpotret. 
 
Jangan hiraukan debu yang hinggap nanti, hiraukan lah cara untuk membersihkannya dengan jejak yang indah dilihat serta dirasa. Jadilah buku yang selalu di pikat oleh pembaca, tetap buatlah cerita yang menarik hingga mereka ingin menbukamu berulang-ulang, buatlah huruf dalam buku mu itu berarti tapi ingat, tinggalkan nomor pada setiap halamannya agar semua yang membacamu tau sejauh mana iya membaca.

Aku ingat, pada lembar ke tiga puluh tujuh paragraf kedua isi dari buku itu adalah, "hay, hallo apa kabar? Maaf loh merepotkan sudah mau jemput disini." Kalimat sederhana yang entah kenapa aku selalu hafal pada bagian ini. Buku... Jika nanti kamu sudah tidak lagi menjadi Sesuatu yang didambakan oleh orang banyak, izinkan aku membantumu melengkapi cerita yang kamu miliki.

Komentar