Kisah Awal Tahun #1



Kamu datang dengan sejuta tanda tanya spontan dan aneh, namun sampai pada ahirnya aku menemukan jawabannya. Bisik pikiranku pada hati “Halah persetan aku dengan cinta”, tapi ko datang mendadak sampai tak sempat berfikir, apa ini hadiah dari tuhan atau kutukan ini terulang?
Semua berlalu begitu saja berjalan dengan keselarasan, ada ikatan antara aku dengan mu, entah ikatan apa aku tidak tahu itu haha. Hari seolah teramat singkat jika ku sedang disampingnya timbul rasa yang begitu aneh rasa ini seperti diantara, diantara manisnya susu dan pahitnya kopi, haha teringat dengan kedai kopi disudut kota itu.

Jantung berdetak lebih kencang dari yang biasanya, rasa ini timbul dengan sendirinya tapi kurasa rasa itu tidak timbul dengan sendirinya pasti ada yang memunculkan itu,hmmm apa mungkin kamu kah orangnya?
"aku jatuh hati" yeah begitulah kata hatiku berkata. namun terlalu dini kata itu terucap, lebih baik ku simpan kata itu sampai dizinkan oleh waktu dan diperkenankan oleh tempat yang tepat. Hari pun berganti seminggu terasa singkat banyak pristiwa manis yang sudah kita ukir, diskusi serta perdebaran tak lepas dari cara kita saling membunuh waktu.

Lagi – lagi aku merasakan keanehan tangtang ini, rasa memeliki itu muncul dan rasa kecemburuan itu timbul seakan tak rela jika dia dekat dengan pria selain diriku. Haha  lagi - lagi aku takpunya kuasa tentang rasa itu. Namun ada yang janggal dari sikapmu, sikap yang seolah – olah menolak akan kedatangan dan seolah – olah menerima akan kedatangan. Sinkatnya ingin tapi tak ingin. Tapi itu hanya halusinasiku semata.
 Sosok mu yang sudah hadir berdiam dan singgah dihati ini membuat diri menjadi lebih kian berwarna. Kamu beda, kamu istimewa, kamu bahkan hebat, perhatianmu yang membuat ku berprinsip kamu adalah wanita yang utama saat ini dan berharap berlaku sampai batas waktu yang belum ditentukan. Tidak ada perhatian secara terucap yang bisa ku dengar darimu namun sikapmu sudah mewakilinya

Apa kata sederhana yang bisa mewakili semua ini? Entahlah aku belum memikirkan kata itu. hmm atau dengan kata “nyaman” bisa mewakili rasa ini, ah sudahlah tak penting bagiku.  Seperti tak waras bibir ini bisa tersenyum sendiri seolah terlihat bodoh di hadapan orang tapi tidak untuk ku. Canda yang kamu siratkan melalui pesan digital itu sekan membayangkan kamu adalah pelawak hebat  yang mampu membuatku tersenyum bahkan tertawa lepas.


________

2014

Komentar