Aku Salah Menduga Mu



Aku salah menduga mu

Kalau pada akhirnya aku bukan yang kamu pilih, lalu kenapa kamu memberikaan ruang hatimu terbuka? Kamu, membiarkan aku mengetuk pintu lalu kamu membuka dan memberikan izin untuk ku masuk ke ruang itu, ditambah lagi aku merasa tesanjung karna kamu meberikan sedikit jamuan, tidak hanya itu aku bahkan dimintai tolong olehmu untuk menetap sementara di ruang itu walau hanya untuk sekedar menemanimu bercerita.

Seakan terbius oleh jamuan kecilmu, ada rasa nyaman sampai - sampai tidak menyadari bahwa ruang yang ku sambangi itu tak ubahnya pelabuhan sementara untuk banyak perahu.

 Aku telah nyaman dan ingin berlama - lama di ruang itu bersamamu, namun aku lupa bahwa ternyata kamu bukan pemilik ruang itu. kita hanya sama, sama - sama orang yang hendak ingin berlayar lalu berlabuh sebentar yang kebetulan bertemu,  dan pada nyatanya bukan bersama mu pelabuhan terkahirku.

“Aku hanya terbius oleh ruang yang semu, persinggaan sementara yang kebetulan kita pernah berada pada ruang yang sama. tidak untuk selamanya melainkan sementara”

Komentar

Posting Komentar