Diantara Dua Kursi dan Waktu


Diantara Dua Kursi dan Waktu
Suatu waktu, kita pernah membunuh waktu dengan duduk dan saling menatap. Membahas perihal kita, perihal bagaimana caranya kita bisa saling mengenal dan memutuskan untuk saling peduli.

Bercerita tentang diriku dari sudut pandangmu, berbicara dirimu dari sudut pandangku. Saling memutar pikiran tentang bagaimana caranya ucapan yang kita sampaikan itu harus membuat kita tertawa, cerita yang kita sampai harus membuat jauh lebih berarti, membuat masing masing dari kita terkesima dengan cerita kita, tanpa sadar kita sama sama jatuh hati.

Dipenghujung cerita kita saling menaruh harap, seakan tidak rela dengan waktu yang berjalan begitu cepat, semua pembahasan selama berjam – jam seolah hanya sebentar saja, seakan ingin terus berlama – lama untuk memastikan diantara kita kalau waktu adalah musuh utama saat pertemuan kita.

Komentar

Posting Komentar