Kita Mungkin dan Akan Selalu Mungkin
Kita Mungkin dan Akan Selalu Mungkin
"Kita mungkin saling melihat namun tak saling menatap
Kita mungkin saling menyimpan namun tak saling berani membuka
Kita mungkin saling mengharap namun tak saling berharap
Kita mungkin saling menduga namun tak berani bertanya"
Hujan deras kemarin, aku sengaja membiarkan tubuhku basah, wajah yang tidak ku usap, lalu tangan yang sedikit bergetar ketika bersalaman denganmu. Sore itu dengan segala upaya aku mencoba merayu dan mencari dalih agar bisa bertemu untuk sekedar bertanya "bagaimana kuliah mu?". Setelah itu
Hujan memaksa kita menjadi canggung, kita berdekatan namun tak merasa ada kedetaan, aku tak seperti melihat sosokmu hanya seolah bayang yang mirip denganmu. Berat bibirku terbuka, kata yang kusiapkan sejak sebelum hujan itu gagal ku utarakan, seolah ada yang kamu simpan namun aku tak beruntung untuk, untuk bisa menjadi kuncinya. Dan lagi lagi
Hujan memaksa kita menaruh harap, sekedar hujan turun cukup lama agar kita berlama - lama atau mungkin menanti kedatangan hujan disaat aku dan kamu tidak saling membawa mantel karna itu alasan utama kita bisa berteduh berdua di depan pertokoan itu. Perihnya
Hujan membiarkan kita saling menduga, tidak ada keberanian yang timbul lalu kita menciptakan prasangka - prasangka, berdialog dengan hati masing - masing hingga pada akhirnya tidak ada keputusan yang keluar dan membiarkan hujan menjadi saksi utama dalam kebisuan ini.
Boyolali / 11-11-18

Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapus