Masih, Dengan Luka Yang Sama
Masih, Dengan Luka Yang Sama
Apa yang dimaksud dengan memulai?
Bukankah aku sudah berhasil meniadakan namamu?
Lalu mengapa kamu datang lagi untuk sekedar menanyakan kabar?
Kamu bahkan tau, aku tak pernah mampu menyepelekan sebuah pesan.
Sebodoh itukah saya?
Jatuh lagi pada rasa yang sama?
Yang sama sekali tidak menghiraukan hati yang sudah berhasil mengubah dirimu menjadi bayang semata.
Sudah, kamu tak perlu repot mengirim pesan singkat itu ke saya.
Selagi masih ada tulisan tentangmu, aku pastikan rasa ini masih dengan rasa yang sama
dan
luka yang sama.
"Seandainya Aku Bisa Menjelma Bayang Kemarin"

Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapus