Salah ini, kenapa ?


Salah ini, kenapa ?



Dan salahku terulang kembali

Tadi, senangku sangat kunikmati

Setiap detik ku artikan sebagai cara tuhan untuk menerjemahkan arti rindu.

Bukan maksudku untuk seperti itu, hanya saja aku bingung untuk meluapkan rasa senangku.
Jika itu membuatmu tidak nyaman, ucapkanlah
Aku akan teramat senang.

Yang kutakutkan hanya satu, jika hatimu sudah tidak lagi berkenan untuk ku singgahi maka sikapku hanya untuk menuruti inginmu.

Kenapa?

Karna aku tidak mau mengulang kisah duka lama.

Tak ada yang lebih indah ketika kemarin aku dijadikan sosok yang penting bagimu,

 Aku menduganya seperti itu.

Komentar