Tepi Taman





Tepi Taman

Rintik hujan menyapa dengan santun
Menyimpan resah dengan segunung asa
Wajah kota itu menyambut
Tersenyum manis dengan lesung pipi itu.

_____

Bahkan aku tidak tau awal cerita ini bermula, melihat senyum dibalik kaca itu membuat jemari ini seolah terlena untuk menyentuhnya. Mungkin saja aku, atau mungkin saja kamu sampai - sampai naluri ini tak bisa mengelak, ternyata ini memiliki daya yang begitu kuat. 

Mungkin kah kau wanita hebat? semoga, singkatnya kemungkinan itu terjawab. Ya benar, kamu wanita hebat, caramu melihat sesuatu, caramu menerjemahkan sesuatu, caramu memikirkan sesutu.

yang terselimuti kebodohanlah jika ada diantara adam itu menyakitimu.       

Lagi lagi aku geram  kepada waktu, hay waktu mengapa engkau seolah begitu cepat, masih ada banyak cerita yang ingin ku bagi lalu mengapa engkau tak berenti saja, mengertilah aku menunggu ini sudah begitu lama.

Ucapku kepada waktu. 

Kita bercerita tentang ini itu dan bla bla, bertanya satu sama lain, menjawab satu sama lain. Kamu tau apa yang ku tunggu dari perbincangan kita, 

Sederhana saja,

Ada gelak tawa yang kamu lihatkan.

Komentar