Apa Sudah Waktunya?
Apa Sudah Waktunya?
Memang
sudah waktunya untuk kamu berlalu, cepat atau lambat kisah inipun berakhir,
bahagia ataupun duka semua harus ku terima. Sebab nyatanya kisah yang kamu berikan
tidak seutuhnya nyata, beberapa bagian dari kisah itu hanya semu semata.
Bagaimana
tidak, perjuanganku selama ini hanya sedikit yang berarti. Mengapa engkau
sering kali mengingkari janji yang kau buat sendiri ? adakah yang salah
dariku?, cepat utarakan. Kalau memang cerita ini sudah kau ketahui akhirnya,
mengapa tidak sedari awal kau katakan. Benar katamu, dua orang yang saling
menyimpan rasa itu tidak mesti untuk menjadi satu, rasa apa yang kau maksud?
Aku tidak tau, yang ku tau kau hanya berlalu disaat langkahku berharap terlalu
jauh.
Kita
berulang kembali, nyatanya aku hanya kau lewati saja. Perlahan sosokmu menjelma
menjadi bayang, bahkan akan hilang jika sinarnya tak kunjung datang. Kemana kau
selama ini? Bukan sosokmu, namun hatimu?!!!

Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapus