Sore Tadi Di Tepi Jalan
Sore
Tadi Di Tepi Jalan
Pandangan
itu merunduk, ketika sepasang mata ini secara spontan saling menatap. Raut
wajah terkejut seolah membantah waktu yang ada. Sore itu sebelum hujan, ada yang
tak biasa, sesuatu yang mengganjal. Hujan tadi meninggalkan basah, ditepi jalan
tidak jauh dari kediamanmu, ku melihat ada daun yang tergenang, seraya menatap
jalan badanku tiba pada bekas kenangan kala itu.
Kata
- kata itu sangat riuh bak gerimis sore hari, ada benih kepalsuan yang tertanam,
lahan itu seperti terbakar, entah
sampaikapan kamu menipu diri. Kalimat klise terucapkan, bertanya perihal kabar
atau sehabis darimana. Memang seperti itu nyatanya, pandai menutupi.
Mau
sampai kapan situasi seperti ini? Bersembunyi dibalik kenyataan bahkan kamu
gemar bertengkar dengan hatimu, siapakah yang kau bohongi, aku atau hatimu?.
Ingat, aku masih hafal raut wajah itu, wajah yang seolah menghindar, bukan
karena ku namun karena waktu.

Komentar
Posting Komentar